Teknologi 4.0

Potensial Healthtech Melonjak Dimasa Pandemi

Gambar ilustarsi StratUP berkembang sangat cepat.

Teknologi kesehatan (healthtech) memang sedang berkembang di dunia perindustrian tanah air. Semenjak pemerintah menetapkan PPKM darurat, Perusahaan rintisan ( startup )  berkembang sangat pesan dan di butuhkan oleh semua kalangan masyarakat.

 

Industri Health-tech mempunyai potesial bertumbuh di Indonesia. Businness Monitor Indonesia (BMI) dan analisis yang menunjukan pertumbuhan pasar kesehatan dan life science diproyeksikan mencapai global tahun 2018-2023.

 

Dilansir diwebsite kontan.co.id , Penelitian Lembaga Manajemen FEB Universitas Indonesia Taufiq Nur  menyampaikan, penggunaan healthtech tumbuh sekitar empat kali lipat dibandingkan seblum masa pandemi covid-19 atau sejak bulan januari 2020 lalu. Selain terdorong pandemi, merokertnya pengguna healthtech juga tak lepas dari rasio jumlah penduduk di Indonesia.

 

Sedangkan di masa pandemic sendiri terjadi lonjakan kasus yang eksponensial pada masa pandemic covid-19 ini. Kapasitas dokter  dengan jumlah pasien sangat berbanding terbalik. Pada saat seperti ini, heakttech menawarkan solusi melalui telemedicine. Yaitu pemanfaatan teknologi untuk kesehatan (healthtech) solusi dari banyaknya pasien yang mempunyai gejala dan kurangnya tenaga medis untuk konsultasi.

Sepanjang tahun 2020, pandemi telah menciptakan dampak  yang luar biasa bagi umat manusia di seluruh dunia, tetapi satu sisi positifnya adalah dalam hal digitalisasi. Gowdey mengatakan pada tahap awal, kurva tingkat kepercayaan dan keyakinan terhadap layanan online dari masyarakat yang pertama kali bersentuhan dengan dunia digital masih rendah.

“Namun seiring dengan kebiasaan dan proses pembelian online yang mereka lakukan, tingkat kepercayaan terhadap layanan tersebut akan semakin tinggi,” papar Gowdey.

 

Hal tersebut menjadi bukti akselerasi proses yang sedang terjadi di Indonesia, yang didukung oleh tingkat adopsi terhadap sistem pembayaran online yang semakin meningkat, serta peningkatan layanan digital lain, seperti layanan video streaming untuk kategori entertainment, ruang belajar virtual di kategori edutech dan layanan pemeriksaan kesehatan digital lewat kategori healthtech.

 

Di Indonesia misalnya, ada beberapa layanan HealthTech ini, antara lain Halodoc, Grab Health dan lainnya. Laporan e-Conomy SEA tahun 2020 mencatat bahwa pengguna HealthTech alias Telemedicine ini naik 4 kali lipat selama pandemi.

 

Masih berdasarkan laporan tersebut, investasi untuk HealthTech ini juga terus meningkat jumlahnya. Hingga semester pertama 2020, ada 50 investasi senilai 22 juta US$, naik dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya US$ 19 juta atau sebanyak 45 kali investasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
Butuh Informasi Kami?
E-Trainingonline.com (PT Expertindo)
Halo
Ada yang bisa Kami bantu?