Smartwatch sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Perangkat kecil ini mampu memantau kesehatan, mendukung komunikasi, hingga membantu produktivitas harian. Namun bagaimana sebenarnya smartwatch bekerja? Untuk memahami hal itu mari kita melihat tiga komponen utama yang membuatnya berfungsi.
Sensor sebagai Pengumpul Data
Sensor adalah elemen pertama yang membuat smartwatch lebih dari sekadar jam digital. Setiap sensor memiliki peran berbeda dalam membaca kondisi tubuh dan aktivitas pengguna.
Sensor detak jantung PPG memancarkan cahaya ke kulit lalu membaca pantulan aliran darah. Selain itu ada accelerometer yang mendeteksi gerakan untuk menghitung langkah dan aktivitas. Gyroscope kemudian membantu membaca arah serta rotasi tubuh sehingga pelacakan olahraga menjadi lebih akurat. Tidak berhenti di situ banyak smartwatch juga memiliki sensor SpO2 untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Pada beberapa model tersedia pula GPS sehingga rute olahraga dapat direkam tanpa membawa ponsel.
Dengan kombinasi tersebut smartwatch mampu mengumpulkan data kesehatan secara real time.
Konektivitas sebagai Penghubung Data
Setelah data terkumpul smartwatch membutuhkan konektivitas agar bisa berfungsi secara maksimal. Bluetooth menjadi koneksi utama yang memungkinkan perangkat menerima notifikasi, pesan, serta sinkronisasi data. Selain itu WiFi hadir sebagai opsi untuk terhubung ke internet tanpa smartphone di dekatnya. NFC kemudian digunakan untuk pembayaran digital yang praktis. Pada seri tertentu terdapat LTE atau eSIM sehingga smartwatch dapat digunakan layaknya ponsel mini.
Berbagai teknologi konektivitas ini membuat data dapat mengalir masuk dan keluar dengan lancar.
Software sebagai Pengolah Informasi
Komponen terakhir adalah software yang berfungsi seperti otak dari smartwatch. Sistem operasi seperti WearOS, WatchOS, HarmonyOS, atau RTOS mengatur semua proses di dalam perangkat. Data dari sensor diolah menjadi informasi yang mudah dibaca seperti detak jantung, kalori, atau kualitas tidur. Selain itu software juga menjalankan aplikasi bawaan seperti alarm, GPS, musik, hingga pesan.
Dengan pengolahan yang baik semua informasi dapat disajikan secara jelas kepada pengguna.
Kesimpulan
Smartwatch bekerja melalui kombinasi sensor, konektivitas, dan software. Sensor mengumpulkan data kemudian konektivitas menghubungkan informasi tersebut ke perangkat lain. Selanjutnya software memproses data dan menampilkannya dalam bentuk yang bermanfaat. Ketiga komponen inilah yang membuat smartwatch menjadi perangkat kecil namun penuh kemampuan.