Keselamatan kinerja didorong oleh pimpinan organisasi. Pemimpin membangun nilai-nilai, mengembangkan prosedur, dan menegakkan akuntabilitas untuk program keselamatan mereka. Dengan kata lain, pemimpin keselamatan menetapkan standar perilaku yang aman dalam perusahaan.
Safety Leadership didefinisikan sebagai proses interaksi antara pemimpin dan pengikut, di mana pemimpin dapat memberikan pengaruh terhadap pengikut untuk mencapai tujuan keselamatan organisasi.
Tujuan
- Pemimpin mampu mendorong rekan kerja berperilaku aman dalam bekerja
- Menghindari ketidakpuasan pekerjaan
- Mempertahankan komunikasi terbuka dengan rekan kerja dan manajemen tentang masalah keamanan
- Mengimplementasikan perubahan untuk meningkatkan keselamatan dan kondisi kerja
- Rekan kerja mendorong untuk menunjukkan perilaku yang aman
- Membuat rekan kerja menyadari bahwa perilaku tidak aman yang tidak dapat diterima
- Terlibat dalam inisiatif keselamatan dan komite
Materi
- Introduction
- Corporate Safety Culture
- Step 1: Understand safety culture
- Step 2: Identify safety critical positions
- Step 3: Customise the Task and Position Competency Matrix
- Step 4: Adapt the competency specifications
- Step 5: Plan
- Step 6: Use a step-wise approach and
- Step 7: Implement within your company
- Step 8: Show continuous improvement
3. Visible OHS Leadership
4. Behavioral Analysis Overview
5. Job Safety Analysis
6. Overview of Hazardous Work Permits
7. Motivating Safe Behavioral
8. Transformation Leadership
9. Appendix: Case studies
Curriculum
- 7 Sections
- 7 Lessons
- 4 Weeks
Expand all sectionsCollapse all sections
- SESI I1
- SESI II1
- SESI III1
- SESI IV1
- SESI V1
- SESI VI1
- SESI VII1